Diskominfo Gelar Forum Diskusi Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Elektronik

Diskominfo Gelar Forum Diskusi Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Elektronik
Diskominfo Gelar Forum Diskusi Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Elektronik

Serang – Masih dalam suasana Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah yang telah diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten bagi para aparaturnya. Walaupun dalam kondisi seperti itu, namun Seksi Pendayagunaan Telematika pada Bidang Teknoogi Informasi Komunikasi (TIK) Diskominfo Statistik Persandian Provinsi Banten tetap menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Elektronik dengan tema “Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Menuju Revolusi Industri 4.0” melalui aplikasi video conference zoom meeting, pada hari Kamis (16/04/2020). Adapun tujuan FGD merupakan upaya untuk meningkatkan knowledge dan menambah referensi dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.


FGD yang di moderatori oleh Kepala Seksi Pengelolaan Teknologi Informasi, dibuka oleh Kadis Kominfo Ir. Hj. Eneng Nurcahyati menghadirkan narasumber dari Kementerian Kominfo Hasyim Gautama, Ahmad Unggul (Akademisi), Agung Prihartono (Akademisi), Ika Kartika (Bappeda Provinsi Banten). Turut mengikuti acara FGD tersebut antara lain Kepala Bidang (Kabid) TIK, Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi Informatika, Kepala Seksi Pelayanan Informasi Statistik dan unsur Sekretariat (Plt. Subbag Umum dan Kepegawaian dan staff), para tenaga ahli di bidang TIK dan bidang APTIKA Diskominfo, relawan TIK serta unsur staff Diskominfo.

“Walaupun kita berada ditengah-tengah pandemic Covid-19, tetapi kegiatan pemerintahan harus tetap berjalan. Semoga Covid-19 segera berlalu”, ucap Kadis Kominfo mengawali sambutannya pada FGD tersebut.

Kadis Kominfo menyampaikan terkait SPBE bahwa SDM memegang peranan yang sangat penting, jika SDM untuk pengelolaan teknologin informasi belum diterapkan maka belum bisa dikatakan optimal, bukan hanya SDM diskominfo saja tetapi juga SDM yang ada di OPD-OPD lingkungan Pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten/Kota. selain itu, Kadis Kominfo juga menyebutkan bahwa lingkup SPBE terdiri dari regulasi, infrastruktur, integrasi dan pengembangan pusat data/data center.

Seperti diketahui, saat ini kita sedang berada di era digital yang berkembang dengan pesat yang lambat laun akan mengubah cara hidup, pola pikir kita dan cara bekerja kita dalam kehidupan sehari – hari baik secara pribadi maupun berhubungan dengan orang lain. Perkembangan teknologi saat ini merupakan bagian dari revolusi industri yang sudah berlangsung secara beberapa tahapan. Sedangkan di era digital yang berkembang pesat saat ini akan membawa kita ke pintu masuk revolusi industri 4.0 yang sudah di depan mata. Di lingkungan Pemerintahan, implementasi dari revolusi 4.0 salah satunya yaitu terbitnya regulasi Peraturan Presiden nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Sementara itu, Hasyim Gautama dengan materinya SPBE Menuju Revolusi Industri 4.0, menyampaikan karakteristik revolusi industri 4.0. merupakan optimalisasi TIK yang digunakan pada revolusi industry 3.0 sebagai otomatisasi proses. Optimalisasi TIK tersebut menjadikan perangkat berbasis komputer dapat saling terhubung (interconnected), saling berkomunikasi dan membuat sendiri keputusan tanpa intervensi manusia (smart).

“Contoh google map dapat menginformasikan kepada pengendara untuk mencari rute perjalanan tercepat secara real time. Teknologi terkait seperti big data, internet of things, artificial intelligence (machine and deep learning)”, sebut Hasyim Gautama.

Hasyim Gautama juga menjelaskan bahwa aplikasi SPBE terdiri aplikasi umum dan khusus. Aplikasi umum artinya aplikasi yang sama, standar dan digunakan secara berbagi pakai oleh instansi pusat dan/atau Pemda. Diterapkan oleh KemenPAN dengan standar teknis yang ditetapkan oleh Kemenkominfo, setiap instansi pusat dan Pemda harus menggunakan aplikasi umum, instansi pusat dan Pemda dapat menggunakan aplikasi sejenos dengan aplikasi umum dengan syarat telah mengoperasikan aplikasi sejenis sebelum aplikasi umum ditetapkan, melakukan kajian biaya dan manfaat terhadap penggunaan dan pengembangan aplikasi sejenis, melakukan pengembangan aplikasi sejenis yang disesuaikan dengan proses bisnis dan fungsi pada aplikasi umum dan mendapatkan pertimbangan dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang komunikasi informatika.

Sedangkan aplikasi khusus artinya instansi pusat dan pemeirntah daerah dapat melakukan pembangunan dan pengembangan aplikasi khusus, pembangunan dan pengembangan aplikasi khusus didasarkan pada arsitektur SPBE instansi pusat dan arsitektur SPBE pemerintah daerah masing-masing. Sebelum melakukan pembangunan dan pengembangan aplikasi khusus instansi pusat dan pemerintah daerah harus mendapatkan pertimbangan dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara. Pembangunan dan pengembangan Aplikasi Khusus harus memenuhi standar teknis dan prosedur pembangunan dan pengembangan Aplikasi Khusus. Ketentuan lebih lanjut mengenai standar teknis dan prosedur pembangunan dan pengembangan Aplikasi Khusus diatur dengan Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang komunikasi dan informatika.

Sebelum FGD selesai, beberapa para tenaga ahli di bidang TIK dan APTIKA, serta relawan TIK menyampaikan beberapa hal terkait kinerjanya, seperti hambatan dalam tugasnya maupun hal-hal bermanfaat yang sudah dilakukan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh relawan TIK di tengah-tengah kondisi Covid-19 yaitu membuat konten berupa literasi digital yang dapat menciptakan sistem imun yang baik yakni harus gembira, contohnya bagi anak-anak sekolah yang sedang menjalankan Learn From Home (LFH), relawan TIK mengadakan lomba berhadiah pulsa.

Diakhir acara, Kabid TIK menyampaikan bahwa selama diterapkannya WFH dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten, penggunaan internet berdasarkan data di NOC banyak OPD-OPD yang menggunakan internet dari Diskominfo, sedangkan penggunaan internet ditengah-tengah Covid-19 untuk fasilitasi kegiatan pimpinan dilakukan dengan cara video conference (vicon).