Rapat Persiapan Festival Media Komunikasi Tradisional
Sumber Gambar :Kota Serang – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Provinsi Banten melalui Bidang Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik tepatnya pada Sub Bagian Kelembagaan dan Kemitraan Media, menyelenggarakan Rapat Koordinasi Festival Pertunjukan Media Komunikasi Tradisional Tingkat Provinsi Banten, di ruang rapat Lt. 6 Gedung SKPD Terpadu, Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B) Curug – Kota Serang, Selasa (13/08/2019).
Adapun maksud dari kegiatan tersebut adalah penyebarluasan informasi pembangunan yang sedang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, serta menumbuhkan kembali peran pelaku media komunikasi tradisional di Provinsi Banten dalam penyebarluasan informasi pembangunan. Sedangkan tujuan dari penyelenggaraan tersebut adalah menunjuk peserta untuk dikirimkan dalam pertunjukan media komunikasi tradisional Tingkat Nasional Tahun 2019 di Provinsi Bangka Belitung.
Sementara itu, peserta kegiatan tersebut adalah pelaku pertunjukan media komunikasi tradisional yang merupakan utusan dari Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, antara lain (1) Ubrug Padepokan Prabu Kian Santang dari Kabupaten Serang, (2) Lenong Betawi Grup Cempaka Mekar Jaya dari Kota Tangerang Selatan, (3) Ubrug Petang Wewe Forum KIM dari Kota Serang, (4) Lenong Tangerang KSBKT dari Kota Tangerang, (5) Ubrug Teater Agata dari SMAN 2 Pandeglang, Reog/Dogdog Padepokan Seni Gema Wirahma dari Kabupaten Tangerang.
Pelaksanaan kegiatan tersebut, bertempat di Area Serang Fair 2019 Alun-alun Kota Serang pada hari Jumat tanggal 23 Agustus 2019 pukul 08.00 WIB.
Adapun tema pesan dalam pertunjukan tersebut, antara lain seperti kesehatan gratis, pendidikan gratis, infrastruktur pembangunan, serta pesan pembangunan prioritas di masing – masing Pemerintah Kabupaten/Kota.
Sebagai informasi, tradisi masyarakat Banten dalam hal ini Kesultanan Banten melakukan penyebaran informasi melalui komunikasi tradisional. Media komunikasi tradisional dipergunakan untuk menyampaikan pesan, bahkan para wali menyebarkan ajaran-ajarannya melalui pertunjukan media komunikasi tradisional seperti wayang dan lain-lain. Meskipun zaman sudah modern, namun sampai saat ini media-media tersebut masih eksis dalam masyarakat. Rapat tersebut dipimpin oleh Kadis Kominfo Komari, S.Pd., MM.