Euforia Piala Dunia: Momentum Pemerintah Daerah Menggerakan Ekonomi Kreatif
Sumber Gambar :Oleh Dwi Iceu HM
Event empat tahunan sekali yang mampu mempersatukan bangsa, yang mampu menyatukan perbedaan, yang mampu menghilangkan burnout disela-sela kesibukan dan kepadatan agenda pekerjaan, bahkan yang mampu meningkatkan perekonomian warga. Event itu disebut Piala Dunia, ada yang berbeda di gelaran Piala Dunia tahun 2026 ini yakni Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menerbitkan Surat Edaran nomor: 400.2.7/4657/SJ tanggal 14 Juni yang di tujukan kepada Kepala Daerah di seluruh Indonesia, dalam surat tersebut Pemerintah Daerah diimbau untuk memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia yang berlangsung hingga 19 Juli 2026. Tentunya dengan adanya kebijakan tersebut memberikan dampak positif antara lain memberikan hiburan sehat untuk masyarakat, menggerakan ekonomi kreatif atau ekonomi lokal khususnya UMKM.
Seperti diketahui bahwa ekonomi kreatif merupakan kegiatan ekonomi yang bertumpu pada kreativitas, ide, inovasi serta kemampuan sumber daya manusia untuk menghasilkan produk atau jasa yang memiliki nilai tambah dan nilai ekonomi. Sehingga tepat rasanya euforia Piala Dunia sebagai momentum Pemerintah Daerah dalam menggerakan ekonomi kreatif. Tidak sedikit sektor ekonomi kreatif yang menghasilkan produk lokal seperti kuliner khas daerah berupa cemilan, makanan bahkan minuman yang dikemas menarik dan kekinian namun tetap sehat dan nikmat untuk di konsumsi sambil nonton Piala Dunia baik bersama teman maupun keluarga. Selain itu, dalam hal fashion seperti batik daerah yang tentunya memiliki ciri khas masing-masing daerah yang memiliki nilai jual dan berkualitas yang dapat diaplikasikan dengan perpaduan busana tema Piala Dunia. Adapun produk-produk lokal lainnya seperti kerajinan tangan yang dapat menghasilkan barang-barang bernilai jual, unik dan berkualitas seperti dalam bentuk tas, topi, bross atau aksesori lainnya. Terdapat pula jasa fotografi yang mungkin dapat menjadi peluang usaha atau meningkatkan pendapatan dengan menyediakan spot foto bertema Piala Dunia.
Piala Dunia selalu menjadi event menarik dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia dari segala usia dan pekerja. Nonton bareng Piala Dunia merupakan momentum kebersamaan antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat. Siapapun tim sepakbola yang menjadi favorit tentunya akan berpengaruh pada antusiasme dalam menyimak setiap pertandingan. Setiap tim sepakbola yang menjadi favorit tanpa disadari akan meningkatkan semangat dalam mengatur waktu antara bekerja dengan nonton bola. Dalam konteks nonton bareng (nobar) Piala Dunia tentunya akan berpengaruh pada penghasilan pelaku usaha mikro kecil menengah, sebagai contoh warung makan atau kedai kopi lokal, bahkan penjual makanan keliling dan kopi keliling pun akan merasakan dampak positif dari aktivitas nobar tersebut. Jika UMKM disebut sebagai tulang punggung perekonomian, maka kuatkan punggung kita agar tetap kuat untuk menyimak Piala Dunia dengan tidak lupa jajan membeli cemilan, makanan dan minuman produk UMKM lokal. Konsep simbiosis mutualisme dalam kerangka nobar Piala Dunia dapat terimplementasikan, tentunya atas dukungan Pemerintah Daerah yang memfasilitasi dalam memeriahkan gelaran Piala Dunia tahun 2026 ini. Siapapun tim favorit yang masyarakat “jago”-kan menjadi juara Piala Dunia tahun 2026, tentunya yang terpenting dan utama adalah tetap terciptanya kebersamaan, keharmonisan, kemeriahan, kedamaian dan menjadi kenangan.
Penulis menuangkan tulisan ini sebagai bentuk apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah yang telah antusias terhadap gelaran Piala Dunia tahun 2026 dan juga telah memfasilitasi agenda nonton bareng (nobar) dengan titik-titik lokasi nobar yang telah ditentukan. Jika sepakbola menjadi salah satu pemersatu bangsa, maka apalah artinya sebuah perbedaan. Melalui sepakbola penulis dapat mengambil sebuah hikmah, bahwa sepakbola disukai oleh segala usia, disukai baik pria maupun wanita (artinya tidak mengenal gender), disukai oleh segala latar belakang sosial yang berbeda, bahkan tidak menutup kemungkinan dapat mempromosikan produk lokal ke kancah dunia. Dari pertandingan sepakbola, terdapat beberapa hal yang dapat diaplikasikan oleh Pemerintah Daerah salah satunya terkait manajemen waktu, kualitas skill individu, komitmen dalam membangun sebuah team work agar menjadi dream work, kualitas mental individu, serta keadilan yang merata tanpa diskriminasi. Harapan penulis, semoga artikel ini dapat menjadi inspirasi dalam berbuat dan bermanfaat bagi pembaca.