Gubernur Banten : “ASN Main Proyek, Mau Kerja apa Dagang”


Kota Serang – Gubernur Banten Dr. H. Wahidin Halim, M.Si., melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Banten untuk terlibat jauh dalam proses lelang proyek-proyek pekerjaan yang saat ini masih berlangsung. Menurut Gubernur, ASN yang turut serta "bermain" dalam proses lelang bahkan ikut menghambatnya dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, maka sama halnya seperti pedagang.


Demikian disampaikan Gubernur Banten saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bertema “Melalui Budaya Kesalamatan Kerja dan Kesehatan Kerja Mendorong Terbentuknya Bangsa yang Berkarakter”, serta Peringatan Hari Kesadaran Nasional Tahun 2018, di Lapangan Upacara KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (19/2/2018). 

“Proyek-proyek itu cepat proses lelangnya, jangan ada istilah bacakan-bacakan. Kita sudah ada gaji, tunjangan dan lain-lain, itu uang rakyat bukan uang pemerintah,”ungkap Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa proses lelang dilakukan agar proyek-proyek pemerintah yang didanai dari uang rakyat ini berjalan secara transparan, terbuka dan adil. Sehingga, masyarakat bisa ikut mengawasi pekerjaan di lapangan dari para pemenang lelang.

“Pejabatnya nggak usah repot-repot ngurusin siapa yang menangnya, apalagi sampai ada kalimat “saya dapat berapa”.  Ini mau kerja apa mau dagang, mau jadi pemborong atau kerja dinas. Jangan sampai uang negara habis sama tikus-tikus kantor,” tegas Gubernur.

Gubernur juga memperingatkan untuk kesekian kalinya agar ASN tetap bersikap netral dalam tahun politik pada 2019 mendatang. Menurutnya, pasca pengundian nomor urut partai politik pada Minggu (18/2/2018) malam, gelagat-gelagat gerakan berbau politik akan mulai berkembang.

“ASN harus tetap menjaga jangan sampai terlibat dalam kepentingan-kepentingan politik. Tidak berpikir subyektif, harus senantiasa melayani masyarakat. Kalau mau memilih nanti di TPS, jangan mengibarkan bendera atau atribut, kalau ketahuan saya pecat,” ucap Gubernur.

Gubernur menegaskan, peringatan serupa juga berlaku untuk ASN yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Pemecatan akan berlaku sama kepada ASN yang diketahui melakukan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, selain melanggar hukum negara, penyalahgunaan narkoba juga melanggar hukum agama.


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan