Wagub Apresiasi Pelabuhan Banten Digital Port Pertama di Indonesia


Cilegon -  Wakil Gubernur Banten H. Andika Hazrumy, S.Sos., M.AP., mengapresiasi dan mengaku bangga dengan di launchingnya digital Port atau pelabuhan berbasis digital oleh Pelabuhan Banten milik PT. Pelindo II Pelabuhan Banten atau yang biasa disebut Port of Banten, akan menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang menerapkan digitalisasi dalam pelayanannya. Meski begitu, Wakil Gubenrur (Wagub) mewanti-wanti agar PT. Pelindo II membarengi penerapan digitalisasi pelayanan ke pelabuhanan tersebut dengan menyiapkan sumber daya manusianya.


“Jangan sampai justru digitalisasi ini malahan menjadi boomerang bagi kita semua dalam konteks ketenagakerjaan. Jadi saya tidak ingin mendengar ada pengurangan karyawan atau dibatasinya rekrutmen, terutama untuk tenaga kerja lokal, karena digitalisasi ini,” kata  Wakil Gubernur Banten dalam sambutannya pada acara Launching Pelabuhan Banten menuju Digital Port Pertama di Indonesia, di area Pelabuhan Banten, Ciwandan - Kota Cilegon, Senin (09/10/2017).

Wakil Gubernur juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten berharap dengan diterapkannya digital port tersebut tidak menggantikan peran tenaga kerja manusia dengan sistem robot dan digital. Sehingga hal ini menjadi tantangan PT. Pelindo II selaku pengelola Pelabuhan Banten untuk melakukan pelatihan-pelatihan dan pendampingan dari tenaga ahli bidang teknologi informasi untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan tenaga kerjanya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menjelaskan berkaitan dengan kesempatan kerja, jangan sampai teknologi informasi secara masif menggantikan peran tenaga kerja. Di satu sisi, tenaga kerja terus meningkatkan keterampilan yang akan berkorelasi terhadap kesejahteraan tenaga kerja.

“Saya berharap dalam rekrutmen tenaga kerja baik sektor kepelabuhanan maupun sektor non kepelabuhanan agar memprioritaskan masyarakat sekitar, sehingga dapat membantu mendukung program Pemerintah Daerah dalam upaya mengurangi tingkat pengganguran di Provinsi Banten,” jelas Wakil Gubernur.

Wakil Gubernur mengungkapkan, pelabuhan merupakan salah satu mata rantai yang sangat penting dari seluruh proses perdagangan dalam negeri maupun luar negeri. Pelabuhan bukan sekedar tempat bongkar muat barang, tetapi juga sebagai titik temu antar moda angkutan dan pintu gerbang ekonomi bagi pengembangan daerah sekitarnya. Maka dari itu, keberadaan pelabuhan sangat diperlukan sebagai salah satu infrastruktur pembangunan ekonomi, pelabuhan memiliki peran penting sebagai penggerak perekonomian suatu kawasan.

“Pengembangan pelabuhan dapat memajukan ekonomi di suatu daerah, meningkatkan penerimaan negara dan Pendapatan asli Daerah (PAD),” ungkap Wakil Gubernur.

Sementara itu, General Manager (GM) Pelindo II (IPC) Cabang Banten Armen Amir mengatakan,  saat ini pelabuhan harus dapat berperan sebagai pusat logistik dalam jaringan rantai pasokan global jika ingin sukses. Selain itu, pelabuhan harus mampu mempermudah segala urusan administrasi yang diperlukan untuk urusan otoritas pelabuhan, bea cukai, syahbandar, keamanan laut, imigrasi, dan lainnya.

“Pada masa sekarang, sebuah kapal harus di fasilitasi untuk dapat mengurus dan mendapat pengesahan atas berbagai dokumen yang diperlukan secara online melalui website,” kata GM Pelindo II.

GM Pelindo II juga menambahkan, digital Port yang di proyeksikan akan diterapkan oleh PT. Pelindo II Cabang Pelabuhan Banten merupakan otomatisasi dan digitalisasi layanan kepelabuhan mulai dari tahap administrasi maupun tahap operasional dalam proses bongkar muat.

“Dengan kecanggihan teknologi, mulai dari pelayanan administrasi, truk pengakut kontainer ke terminal tidak lagi menggunakan pengemudi karena sudah bersistem semi-robot. Begitu pula derek (crane) yang juga dikendalikan dengan sistem kendali jarak jauh,” paparnya.


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan