Wakil Gubernur Banten Inginkan Wirausaha Muda Banten Tumbuh Dan Berkembang


Serang -  Wakil Gubernur Banten H. Andika Hazrumy, S.Sos., M.AP. menginginkan agar wirausaha muda atau young entrepreneurs di Banten dapat tumbuh dan berkembang. Menurut Wakil Gubernur, dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, banyak sekali anak muda yang muncul sebagai pengusaha atau wirausaha sukses, baik di Indonesia maupun di belahan dunia lainnya.


“Nah, tinggal peran pemerintah, dalam hal ini Pemda di Banten yang diperlukan, agar segala hambatan yang masih terjadi dan dihadapi para wirausaha muda ini dapat terpecahkan,” ucap Wakil Gubernur usai menghadari acara pertemuan dengan seluruh elemen pemuda di Banten dalam acara bertajuk “Ngadu Bako Jeung Pamuda Banten”, yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten, di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciceri - Kota Serang, Selasa (03/10/2017).

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur mengatakan kemunculan wirausaha muda sukses yang bergelut di dunia digital seperti pemilik jejaring media sosial Facebook yakni Mark Zuckerberg dan pemilik aplikasi ojek online (Gojek) yakni Nabiel Makarim, sebagai sebuah terobosan bisnis yang muncul dari kalangan anak muda.

“Saya kira di Banten banyak itu Mark Zuckerberg – Mark Zuckerberg dan Nabiel Makarim - Nabiel Makarim lain, dan itu harus dipandang sebagai asset oleh pemerintah daerah untuk dibantu agar bisa terus berkembang dan menularkan virus wirausahanya ke pemuda-pemuda Banten lainnya,” kata Wakil Gubernur.

Terkait hal tersebut, Wakil Gubernur mengungkapkan, Pemprov Banten saat ini melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) tengah melakukan pengajuan anggaran bagi pengembangan kewirausahaan di kalangan pemuda. Menurutnya, hal itu sebagai pelaksanaan dari  Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 10 Tahun 2014 yang mengatur tentang pembangunan kepemudaan di Banten, dimana salah satunya mengamanatkan agar anggaran pembangunan kepemudaan sedikitnya sebesar dua persen dari nilai APBD Banten.

“Kalau disetujui oleh DPRD, ini akan kita eksekusi mulai tahun depan. Katakan-lah APBD kita tahun depan sama dengan sekarang yakni sekitar Rp. 8 Triliun, maka dua persennya itu Rp. 200 Milyar. Nah, kalau Rp. 50 Milyar saja kita peruntukkan bagi permodalan wirausaha muda ini, sudah berapa banyak pemuda yang jadi pengusaha muda,” ungkap Wakil Gubernur.

Sementara itu, Kepala Dispora Provinsi Banten H. Deden Apriandhi, S.STP., M.Si. menambahkan, dana tersebut nanti direncanakan akan dititipkan di perbankan khusus untuk diakses sebagai kredit tanpa agunan oleh para wir usahawan muda di Banten.

“Kita buat lebih mudah dan ringan lagi, selain tanpa agunan, juga nanti bunga kreditnya kita buat lebih rendah dari bunga perbankan yang berlaku,” ujar Kadispora Banten.

Kadispora mengilustrasikan, jika satu paket kredit tersebut nilainya maksimal Rp.50 juta, maka dana sebesar Rp. 50 Milyar tersebut bisa mencapai 1.000 paket.

“Kalau satu paket kredit ini untuk satu kelompok usaha dengan anggota rata-rata 10 orang misalnya, maka sudah 10 ribu anak muda Banten yang berdaya memiliki usaha sendiri”, kata Kadispora.

Kadispora juga mengatakan, kelompok pemuda atau wirausahawan muda yang dapat mengakses paket kredit tersebut tentu saja harus terverifikasi sebelumnya oleh pemerintah daerah masing-masing di Banten. Menurutnya, saat ini pihaknya pun tengah melakukan inventarisasi terhadap kelompok-kelompok muda atau wirausahawan muda itu.


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan