CITY BRANDING KOTA-KOTA WISATA DI PROVINSI BANTEN


Oleh : ARIES, S.Sos., M.Si


City branding adalah upaya menjalankan prinsip-prinsip branding untuk sebuah kota. Tujuan branding dari suatu kota bisa beragam mulai dari menarik wisatawan, mengadakan event-event multi-nasional, hingga mengundang investor untuk berinvestasi di berbagai sektor. Branding sendiri adalah proses komunikasi dan aktivitas yang dijalankan untuk membuat brand semakin besar dan bersinar. Tingkat ekuitas city branding menyangkut awareness, image dan loyalty. Awareness yang kuat terhadap kota menjadi keuntungan bagi kota tersebut. Sama seperti produk, point of difference yang dimiliki oleh sebuah kota perlu diangkat, sekalipun kota tersebut menawarkan banyak hal yang sama dengan kota yang lain. Positioning inilah yang kemudian dituangkan dalam slogan maupun komunikasi kreatif kota.

Untuk menciptakan point of difference dan positioning dibutuhkan upaya menggali keunikan-keunikan yang ada. keunikan ini bisa berasal dari tempat wisata yang ada di kota tersebut, infrastruktur yang ada, sumber daya alam, budaya dan perilaku masyarakat dan lain-lain. Untuk itu perlu riset yang dilakukan terlebih dahulu guna menggali potensi yang ada. Dalam teori brand Keller, point of parity (unsur-unsur yang harus dimiliki oleh setiap kota) dan point of difference (unsur-unsur yang berbeda dibanding kota lain).

Ketika berbicara point of difference (POD), suatu kota harus bertanya “apa yang membuat wisatawan atau investor tertarik untuk berkunjung atau berinvestasi ketimbang ke kota lain?”. Sementara ketika berbicara soal point of parity (POP), maka harus muncul pertanyaan “apa yang penting harus dimiliki agar wisatawan atau investor tertarik untuk berkunjung atau berinvestasi?”. Baik POD maupun POP harus dimiliki karena kehilangan POP bisa mengurangi kekuatan dari POD. Sebagai contoh, sebuah kota yang ingin menarik wisatawan harus memiliki pusat informasi wisata, transportasi yang memadai untuk wisatawan, internet dan lain-lain.

Ketika berbicara city branding, strategi komunikasi juga harus dibuat dengan baik. Kanal komunikasi yang terintegrasi harus dibangun termasuk bagaimana mengemas message dengan baik. Suatu kota juga harus memiliki event-event yang bisa menarik wisatawan dan investor. Seperti halnya festival Tanjung Lesung yang akan diselenggarakan pada 30 Oktober mendatang atau Jelajah Sungai Cibanten untuk mengekplorasi jejak peradaban Banten dan banyak lagi event-event lainnya.

Tugas dan Komitmen Bersama

Sinergi antara pemerintah kota, warga masyarakatnya dan stakeholder merupakan kunci keberhasilan dalam city branding. City branding bukanlah komitmen dari pemerintah semata. Pemerintah harus mengajak semua pihak di kota tersebut untuk ikut berkomitmen memasarkan kota. Perusahan-perusahaan swasta dan warga kota, harus dilibatkan secara aktif untuk menjadi duta-duta di kota tersebut.

Suatu kota harus membangun brand (brand building) untuk daerahnya, tentu yang sesuai dengan potensi maupun positioning yang menjadi visi suatu daerah. Terdapat beberapa keuntungan yang akan diperoleh jika suatu daerah melakukan city branding, antara lain: daerah tersebut dikenal luas (high awareness), dianggap sesuai untuk tujuan-tujuan khusus, dianggap tepat untuk tempat investasi, tujuan wisata, tujuan tempat tinggal dan penyelenggaraan kegiatan serta dipersepsikan tempat dengan keamanan yang tinggi.

Adapun langkah-langkah utama dalam membangun city branding yang kuat adalah pertama, mapping survey meliputi survey persepsi dan ekspektasi tentang suatu daerah baik dari masyarakat di daerah itu sendiri maupun pihak-pihak luar yang mempunyai keterkaitan dengan daerah itu. Kedua, competitive analysis yaitu melakukan analisis daya saing baik di level makro maupun mikro daerah itu sendiri. Ketiga, penyusunan grand design city branding mencakup logo, semboyan, “nick names”, tagline dan lain sebagainya beserta strategi branding dan strategi komunikasinya. Dan terakhir yang sangat penting adalah bagaimana implementasi city branding yang tetap sejalan dengan visi pemerintah Provinsi Banten yaitu membangun masyarakat Banten sejahtera berlandaskan iman dan taqwa.

 

 

*Penulis adalah ASN Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Banten

 


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan