Vicon Penulisan Buku Pengalaman Indonesia Menangani Wabah Covid-19

Vicon Penulisan Buku Pengalaman Indonesia Menangani Wabah Covid-19
Vicon Penulisan Buku Pengalaman Indonesia Menangani Wabah Covid-19

Kota Serang – Kadis Kominfo Statistik dan Persandian Ir. Hj. Eneng Nurcahyati, mengikuti kegiatan video conference (vicon) Penulisan Buku Pengalaman Indonesia Menangani Wabah Covid-19, bertempat di Lt.2 ruang Command Center Bidang TIK Diskominfo, KP3B – Curug Kota Serang, Kamis (02/07/2020).


Selain Kadis Kominfo, beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten yang turut mengikuti kegiatan tersebut antara lain Kepala BPKAD Rina Dewiyanti, Kepala Dinas Kesehatan Ati Pramudji, Pelaksana tugas (Plt) Satuan Polisi Pamong Praja Agus Supriyadi, Kasubid Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Bappeda Zaenal Mutaqin, Kepala Pelaksana BPBD, Disnakertrans, Disperindag, Dinas Sosial, dan beberapa OPD lainnya di Provinsi Banten.

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Universitas Indonesia dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut berkmaksud agar para narasumber menyampaikan pembelajaran terpetik (lessons learned) selama penanganan Covid-19. Pengalaman tersebut akan ditulis dalam bentuk buku yang merupakan persembahan dari Indonesia untuk sharing pembelajaran terpetik di level nasional dan internasional. Direncanakan buku tersebut akan tersedia dalam bahasa Indonesia dan di translate kedalam bahasa Inggris sehingga dapat bermanfaat bagi dunia. Sebagai bahan informasi, bahwa penulisan buku tersebut dipetik dari pengalaman Provinsi di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, beberapa Kepala OPD menyampaikan hal-hal terkait Covid-19 di Provinsi Banten. Kepala BPKAD menyampaikan mengenai pergeseran APBD TA 2020 dalam rangka penanganan wabah Covid-19 serta dasar hukum refocusing tahap kesatu (Pergub Banten nomor 9 tahun 2020), refocusing tahap kedua (Pergub Banten nomor 14 tahun 2020) dan refocusing tahap ketiga (Pergub Banten nomor 20 tahun 2020). Sementara itu, Kasubag Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Bappeda menyampaikan visi-misi Banten 2017-2022 dan grafik terkait sektor wisata serta sektor ketenagakerjaan selama pandemic Covid-19.

 

Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan terkait kasus Covid-19 di Banten, RSUD Banten menjadi satu-satunya Rumah Sakit rujukan pasien covid-19 di Banten tanpa melayani pasien lain. Mengenai suku Baduy, di Baduy relative aman untuk terkonfirmasi Covid -19 bahkan tidak ada ODP karena warga Baduy jarang keluar area tempat tinggal, mereka sudah mengisolasi  mandiri. Adapun dukungan relawan seperti Satgas MUI, relawan WHO, LSM Laz Harfa, perhimpunan tenaga kesehatan jiwa, relawan dari organisasi politik, Tagana, relawan dari organisasi profesi, komunitas keagamaan. Ditambahkan Kadis Kominfo terkait dukungan relawan yaitu Kwarda Pramuka.

Selain itu, Kadis Kesehatan juga menyampaikan beberapa hal selama penanganan pandemic Covid-19 di Banten, yaitu Kekuatan (adanya kerangka regulasi Pemprov Banten sebagai payung hukum dalam penanganan Covid-19, adanya gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Banten, tersedia jumlah sumberdaya dan fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat Provinsi, Kab/Kota dan Puskesmas, adanya sistem informasi pelaporan dan komunikasi yang cepat melalui media komunikasi yang sudah terbangun, tersedianya dukungan dana, adanya program-program pelayanan kesehatan yang diarahkan untuk percepatan dan penanganan Covid-19 di Provinsi Banten), Hambatan (standar kompetensi petugas kesehatan yang belum merata di semua faskes, sistem pelaporan covid yang belum terintegrsi, kesinambungan obat-obatan, APD, logistic lainnya, media sampel/rapid test dan VTM, keterbatasan laboratorium dan penunjang dalam pemeriksaan swab PCR), peluang dan ancaman selama penanganan pandemic Covid-19. Peluang (adanya dukungan dari sector wisata, adanya jejaring surveilans dalam kapasitas deteksi dini covid sampai tingkat Puskesmas dan Rumah Sakit, adanya media komunikasi yang efektif dalam percepatan penanganan Covid, adanya dukungan organisasi masyarakat dan organisasi profesi. Ancaman (langkanya ketersediaan barang dan tingginya harga sehingga kesulitan dalam pengadaan barang dan jasa yang membuat kekhwatiran dalam pemeriksaan dan aspek hukum, menurunnya kepedulian dan kesadaran  masyarakat dalam melaksanakan protocol kesehatan, adanya daerah rawan transmisi lokal kasus Covid-19 di Provinsi Banten, pendidikan dan ekonomi masyarakat yang terganggu akibat adanya covid-19, meningkatnya angka kemiskinan di masyarakat sebagai dampak covid sehingga berdampak pada peningkatan gizi buruk dan stunting).

Sementara itu, Plt. Sat Pol PP Agus Supryadi menyampaikan terkait tugas fungsi Sat Pol PP yakni menciptakan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat dengan melakukan check point, menertibkan kerumunan – kerumunan.