NGAOS Bareng Diskominfo dan RTIK

NGAOS Bareng Diskominfo dan RTIK

 

Kota Serang – Dinas Komunikasi Informatika Statistik Persandian dan Relawan Teknologi Informasi Komunikasi (RTIK) Provinsi Banten, kembali menyelenggarakan NGAOS (Ngobrol Asyik Online Selama Pandemi Covid-19) untuk ketiga kalinya dengan tema “Literasi Digital dan Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Covid-19”. Kegiatan tersebut dilakukan secara live streaming Pemerintah Provinsi Banten. Kegiatan yang menghadirkan narasumber antara lain Koordinator Literasi Digital ICT Watch Indonesia Donny B.U., ST.,M.Si., Psikolog dan Konselor Kesehatan Mental RA. Oriza Sativa, S.Psi., Ketua Umum Relawan TIK Indonesia Fajar Eri Dianto dan RTIK Banten Kang Aji, Kang Taufik. Turut hadir mengikuti kegiatan tersebut Kadis Kominfo Ir. Hj. Eneng Nurcahyati dan unsur Bidang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK). NGAOS berlangsung mulai pukul 13.00 WIB s.d selesai, Kamis (21/05/2020). Untuk memeriahkan kegiatan tersebut, penyelenggara menyediakan doorprize total senilai Rp. 500.000,- bagi para peserta yang beruntung.


Adapun materi yang disampaikan dalam NGAOS tersebut antara lain Kesehatan mental di masa pandemic ready for “a new a challenge”. Sikap Dalam Menghadapi Masalah (1) Dihadapi (2) Diabaikan, (3) Dialihkan. Contoh masalah yang harus dihadapi yaitu Work From Home (WFH), sakit, tugas sekolah. Yang harus dilakukan stay clean, olahraga / stretching, WFH dengan produktif. Contoh masalah yang harus diabaikan yaitu rasa takut, kesepian. Yang harus dilakukan update berita valid, kompak dirumah, keep clean. Contoh masalah yang harus dialihkan yaitu rasa jenuh, rasa bosan. Yang harus dilakukan manfaatkan media sosial, bermain bersama hewan peliharaan, mendengarkan musik.

Dengan menjaga diri untuk tetap aktif, kreatif, produktif serta positif maka kita telah menjaga diri kita dari dampak psikologis yang mungkin dapat muncul seperti rasa sedih, sia-sia bahkan frustrasi. Meskipun WFH harus tetap produktif, WFH mau tidak mau telah menimbulkan dinamika permasalahan serta dampak tersendiri bagi para karyawan.

Keterbatasan produktivitas di masa pandemi. Work From Home (WFH) memungkinkan para karyawan menemui distraksi / gangguan dalam bekerja, misalnya antara lain suara bising, anak rewel, fasilitas kerja di rumah yang kurang memadai (meja, space, AC, penerangan lampu ruangan maupun laptop). Team Work dan koordinasi sangat diperlukan demi terciptanya kerja yang optimal. Namun kondisi WFH atau sistem shift membuat hal tersebut sulit terealisasi.

Disatu sisi, para karyawan diminta untuk tetap “ perform ” dengan target serta scope of work yang tidak berubah. Hanya lokasi bekerjanya saja yang berpindah dari kantor ke rumah.

Terdapat four step to break the challenge antara lain penerimaan terhadap kondisi diri dan situasi, hikmah apa yang bisa saya petik?, lakukan penyelesaian masalah berdasarkan strategi yang tepat, to break the challenge and accept “the new normal”.

Selain itu, terdapat materi seperti Literasi digital, hoaks mental sehat mental, Understanding online behavior (communication study perspective) dan Personal cyber security awareness, ada lima materi diskusi fundamental yaitu online security fundamental, safe digital behavior, addicted to internet, cyber bulling, social media privacy. Sedangkan 10 steps to cyber security antara lain network security, user education and awareness, malware prevention, removable media controls, secure configuration, managing user privileges, incident management, monitoring, home and mobil work.