Diskominfo Gelar Bimtek Troubleshooting Jaringan

Diskominfo Gelar Bimtek Troubleshooting Jaringan
Diskominfo Gelar Bimtek Troubleshooting Jaringan
Diskominfo Gelar Bimtek Troubleshooting Jaringan

Kota Serang – Dalam rangka meningkatkan kemampuan teknis pada pengelolaan Jaringan Fiber Optic (FO) dan Local Area Network (LAN) dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Dinas Komunikasi, Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten melalui bidang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) tepatnya Seksi Pendayagunaan Telematika menggelar kegiatan Bimtek Troubleshooting Jaringan, di ruang rapat Command Center Lt. 2 Bidang TIK, gedung Dinas Perhubungan, Curug – Kota Serang, Selasa (17/03/2020).


Bimtek dibuka oleh Kadis Kominfo Hj. Eneng Nurcahyati, menghadirkan narasumber Ade Frihadi Kasubdit Infrastruktur dan Teknologi Interopelabilitas Layanan Pemerintahan Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Ditjen Aptika Kemenkominfo, Rudianto Saputra dan Syarif Yusuf Ibrahim dari praktisi. Adapun peserta dari kegiatan tersebut yaitu OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten dan Diskominfo Kabupaten/Kota.

Mengawali sambutannya, Kadis Kominfo Eneng menyampaikan visi misi Gubernur karena dalam misi tersebut terdapat misi yang berkaitan dengan Diskominfo yakni menciptakan good governance dan membangun kualitas infrastruktur.

“Infrastruktur yang dimaksud disini yang berkaitan dengan Diskominfo adalah soft infrastruktur, jaringan TIK”, ucap Kadis Kominfo.

Disampaikan Kadis Kominfo, dalam rangka implementasi SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) di Pemerintah Provinsi Banten. Saat ini Pemprov Banten sudah membangun infrastruktur jaringan interkoneksi antar OPD dilingkungan Pemrov Banten. Jaringan interkoneksi antar OPD ini menggunakan jaringan Fiber Optik (FO) sebagai interkoneksi utama (main link) dan jaringan wireless sebagai interkoneksi cadangan (backup). Selain kedua jaringan interkoneksi yang menghubungkan antar OPD tersebut, terdapat jaringan local gedung yang mendistribusikan akses interkoneksi ke setiap ruangan.

“Untuk menjaga kelancaran interkoneksi jaringan setiap OPD, perlu adanya  SDM/pegawai yang dapat menangani masalah jaringan interkoneksi jika jaringan tersebut terputus”, jelas Kadis Kominfo.

Sebagai informasi troubleshooting jaringan merupakan proses sistematis yang diaplikasikan untuk memecahkan masalah pada jaringan. Troubleshooting jaringan kebanyakan melakukan serangkaian langkah-langkah untuk mengeliminir potensi-potensi masalah satu persatu sebelum akhirnya menemukan sumber masalah tersebut. Ada tiga langkah pokok dalam melakukan troubleshooting jaringan yaitu mengisolasi masalah, troubleshooting masalah dan solusi penyelesaian masalah.

Sementara itu, narasumber Ade Frihadi dengan materi Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Konkuren Bidang Komunikasi dan Informatika (NSPK) dalam Permenkominfo nomor 8 tahun 2019, memaparkan bahwa e-Government enterprise architecture terdapat tiga komponen yaitu SDM, proses, teknologi. SDM adalah ASN handal menggunakan TIk, berkinerja dan dedikasi tinggi, sertifikasi profesi, masyarakat sebagai pengguna mampu menggunakan. Proses adalah business process re-engineering, kelembagaan yang handal. Teknologi adalah govt cloud, JIP (jaringan intra pemerintah) dan JKIP, SPLPD (sistem penghubung layanan pemerintah daerah), big data dan AI (artificial intelegence), keamanan.

“Ada tiga sumber daya TIK yaitu aset, SDM, knowledge”, sebut Ade Frihadi.

Dijelaskan Ade, bahwa aset bertujuan untuk menjamin ketesediaan dan optimalisasi pemanfaatanya, aset tidak terbatas pada perangkat keras perangkat lunak, SDM dan pengetahuan TIK, dilakukan melalui serangkaian proses perencanaan pengadaan pengelolaan pemanfaatan dan penghapusan. SDM bertujuan untuk menjamin keberlangsungan dan peningkatan mutu layanan pemerintahan berbasis elektronik, mencakup aparatur sipil negara dan masyarakat pengguna layanan pemerintahan berbasis elektronik, dilakukan melalui serangkaian proses perencanaan pengembangan dan pembinaan karier dan sertifikasi profesi dan pendayagunaan SDM. Knowledge maksudnya adalah Pemda mengelola pengetahuan TIK berdasarkan tata kelola pengetahuan TIK Pemda, dilakukan melalui serangkaian proses pengumpulan, pengolahan penyimpanan dan alih pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan dalam penyelenggaraan pemerintah berbasis elektronik.

Pada kesempatan tersebut, sebelum mengakhiri paparannya Kadis Kominfo juga mengingatkan kepada para peserta Bimtek agar selalu menjaga kesehatan, menjaga kebersihan, banyak berdoa terhadap yang sedang terjadi saat ini terkait virus corona dan mengingatkan sebelum share-share informasi terkait virus corona dilihat dulu legacy nya atau sumber informasinya.