Deteksi Potensi Bencana, Kominfo: Warga Bisa Pantau Jawara eGov

Deteksi Potensi Bencana, Kominfo: Warga Bisa Pantau Jawara eGov

Dalam rangka memfasilitasi masyarakat tentang informasi deteksi potensi bencana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten telah meluncurkan layanan aplikasi Jawara eGov yang salah satunya memuat informasi penting tentang kebencanaan. Informasi tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat mendeteksi potensi bencana. 


"Pemprov telah membuat apliaksi Jawara e Gov. Dalam aplikasi tersebut juga terhubung dengan BPBD dan BMKG untuk mengetahui potensi bencana yang terjadi di Banten. Warga hanya membuka aplikasi tersebut dengan mengunduh melalui Playstore di Android," kata Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik Diskomsantik provinsi Banten, Amal Herawan di Kota Serang pada Kamis (31/10/2019). 

 

Melalui aplikasi ini, kata Amal, kejadian awal dapat dideteksi salah satunya melalui informasi dari masyarakat. Aplikasi tersebut, lanjutnya, juga bagian dari upaya Pemprov membuka infomasi seluas-luasnya kepada publik. 

 

"Kami Mapping dulu melalui potensi bencana di daerah itu. Melalui map tersebut bisa dimanfaatkan institusi untuk penerapan teknologi untuk mendeteksi dan melihat karena terintegrasi dengan metode ini. Melalui aplikasi ini juga untuk menghindari informasi hoaks terkait kebencanaan," tuturnya

 

Aplikasi Jawara e Gov, jelasnya, kurang lebih baru satu tahun dijalankan Pemprov untuk memberikan layanan infomasi. Hal ini juga berkaitan dengan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat seperti pendidikan, kesehatan dan infrastuktur. 

 

" Ini untuk menjawab keluhan warga dalam menjangkau informasi tentang Banten. Jadi tidak hanya soal pelayanan dasar, tapi informasi kebencanaan tersaji di sini melalui BPBD," lanjutnya. 

 

Meski diakui Amal, kehadiran aplikasi Jawara eGov masih perlu terus ditingkatkan, sehingga pemerintah juga menerima usulan dan masukan dari masyarakat. 

 

"Kami terus menerima usulan dan masukan dari mayarakat untuk melengkapi aplikasi ini. Karena diakui masih perlu dilengkapi dari informasi yang disajikan dalam aplikasi Jawara e Gov," imbuh Amal. (PRESS RELEASE HUMAS PEMPROV BANTEN)