Gelar Akademik, Prestasi atau Prestise

Gelar Akademik, Prestasi atau Prestise

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah niscaya ALLAH akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya ALLAH akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan ALLAH Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Mujadila : 11).


“Education is not the learning of facts, but the training of the mind to think” (Albert Einstein)

“Educating the mind without educating the heart is no education at all” (Aristotle)  

Itulah beberapa kutipan inspiratif bagi penulis yang menjadi bekal penulis dalam menempuh pendidikannya baik pada saat jenjang sarjana maupun pascasarjana. Dunia pendidikan memang sangat menarik untuk selalu dibahas, apalagi perkembangan zaman yang semakin dinamis disertai kecanggihan teknologi informasi menjadikan segala sesuatunya hampir serba modern. Dinamika zaman yang semakin modern tentunya menuntut diri kita untuk semakin berkompetence dalam berbagai hal termasuk ilmu pengetahuan. Pada umumnya, ilmu pengetahuan didapat dari wadah yang bernama sekolah, dengan bersekolah maka tiap-tiap diri kita akan bertambah wawasan pengetahuan serta menjadi pribadi yang terdidik baik secara keilmuan maupun kemampuan, maka tidak menutup kemungkinan setiap orang berlomba-lomba dan bersaing dalam menambah serta meningkatkan wawasan pengetahuan melalui pendidikan formal.

Dalam menempuh proses belajar melalui pendidikan formal, tentunya berbagai macam tujuan yang berbeda-beda dari setiap individu dalam mendapatkan gelar akademik (Sarjana, Magister, Doktor) untuk menyesuaikan zaman yang semakin kompetence. Mungkin diantara beberapa individu, dalam mendapatkan gelar akademik ada yang bertujuan untuk pencapaian prestasi, mungkin juga ada yang hanya untuk prestise. Hal tersebut, tentunya dikembalikan kepada tujuan dan mindset masing – masing individu tentang pendidikan.

Kesimpulan dan Harapan

Jika gelar akademik merupakan bagian dari amanah dan ibadah, maka sudah seharusnya sebuah dedikasi gelar akademik untuk pencapaian suatu prestasi, mengapa? karena setiap ilmu pengetahuan yang didapatkan harus dapat dipertanggungjawabkan, sehingga ketika nanti berada dilingkungan pekerjaan maupun dilingkungan masyarakat, ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain sehingga terdapat nilai ibadahnya apabila berbagi dalam hal kebaikan.  

Semoga sumber daya manusia di Indonesia semakin berkualitas dalam hal pendidikan. Bagi penulis, kualitas suatu pendidikan bukan hanya didasarkan pada peraihan gelar akademik semata, tetapi harus didasarkan pula pada pemahaman dan pertanggungjawaban atas gelar akademik yang diraih. Jadikan gelar akademik sebagai “tameng” untuk diri kita agar menjadi individu yang berkualitas dan berintegritas, menjadi individu yang berbeda dengan yang lainnya, tentunya berbeda dalam cara berpikir, cara bersikap, cara bertindak dan cara mengemban amanah tugas yang diberikan ALLAH SWT sehingga dapat terhindar dari perilaku-perilaku negatif. Alangkah baiknya, jika suatu gelar akademik dijadikan sebagai tujuan untuk pencapaian prestasi sehingga apapun yang dilakukan outputnya positif. Hal yang berbeda jika suatu gelar akademik dijadikan sebagai tujuan untuk pencapaian prestise, sehingga segala cara dilakukan yang penting gelar akademik dapat diraihnya dengan mudah dan cepat tanpa perjuangan, tanpa pengorbanan. Semoga.!!!