Profil Kota Tangerang Selatan


PROFIL KOTA TANGERANG SELATAN

 

Bentuk dan Arti Lambang Daerah
Bentuk keseluruhan logo berbentuk perisai. Bagian atas perisai dengan tulisan “KOTA TANGERANG SELATAN” warna merah dan dasar putih. Bagian tengah perisai terdapat gambar bintang, rumah adat, setangkai padi dan bunga kapas serta 8 (delapan) ikatan, pena dan buku, bingkai segi lima, 7 (tujuh) trap pondasi, dan hamparan berwarna hijau kebiruan.

Bagian bawah berupa pita bertuliskan slogan  atau moto Kota Tangerang Selatan “Cerdas, Modern dan Religius”.

  • Perisai mengandung arti perlindungan, keamanan, penegakan hukum, dan dalam arti luas mengandung makna pengamalan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  • Bintang mengandung arti Ketuhanan, melambangkan bahwa masyarakat Tangerang Selatan  berkeyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, saling menghormati sesama dan antar pemeluk agama didalam kehidupan bermasyarakat.
  • Rumah khas daerah dengan beranda tempat orang berkumpul (blandongan) melambangkan tempat atau wadah yang akan melahirkan satu tekad ataupun tujuan dalam menyelesaikan suatu permasalahan agar membawa kemajuan bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan.
  • Tujuh trap pondasi melambangkan adanya tujuh wilayah kecamatan saat terbentuknya Kota Tangerang Selatan, yaitu Kecamatan Pamulang, Kecamatan Ciputat, Kecamatan Ciputat Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kecamatan Serpong, Kecamatan Serpong Utara, dan Kecamatan Setu.
  • Padi dan kapas serta ikatan atau simpul, memiliki makna kemakmuran dan kesejahteraan di setiap bidang kehidupan masyarakat dengan jumlah masing-masing mengandung arti sebagai berikut :
  • Padi berjumlah 26 butir mencerminkan Kota Tangerang Selatan secara resmi terbentuk pada tanggal 26.
  • Bunga kapas berjumlah 11 mencerminkan Kota Tangerang Selatan secara resmi terbentuk pada bulan 11 atau bulan November.
  • Ikatan atau simpul berjumlah 8, mencerminkan Kota Tangerang Selatan secara resmi terbentuk pada tahun 2008.

 

  • Pena dan buku melambangkan pendidikan sebagai lembaga dan sebagai proses mewujudkan masyarakat kota Tangerang Selatan yang cerdas, modern, dan religius.
  • Bingkai yang melingkar membentuk segi lima adalah simbol ideologi Negara, yaitu Pancasila.
  • Hamparan yang berwarna hijau kebiruan pada bagian bawah bingkai segi lima melambangkan hamparan kekayaan sumber daya air, baik sungai maupun situ, yang ada di Kota Tangerang Selatan, sebagai salah satu sumber kekayaan alam yang memberi kehidupan bagi masyarakat kota Tangerang Selatan.
  • Pita yang bertuliskan slogan atau moto “CERDAS MODERN GELIGIUS” mengandung makna bahwa cita-cita dan harapan untuk mewujudkan masyarakt Kota Tangerang Selatan yang :
     
  • Cerdas dalam arti memiliki ilmu pengetahuan yang luas, berketerampilan baik, disertai prilaku positif.
  • Modern dalam arti  memiliki peradaban yang dinamis sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Religius dalam arti bahwa kecerdasan dan kemajuan peradaban senantiasa dibingkai oleh nilai-nilai luhur ketuhanan yang tercermin dari sikap dan prilaku yang sesuai dengan aturan dan nilai- nilai agama yang dianut masyarakat secara utuh dan benar.

?

  • Arti warna logo, yaitu :
  • Biru melambangkan ketenangan dan kesejukan, mengandung arti kebenaran, damai kecerdasan tinggi, da bersifat menengahi.
  • Hijau melambangkan alami dan sehat, mengandung arti sensitif , toleran, harmonis, dan keberuntungan.
  • Kuning melambangkan kehangatan,mengandung arti segar, cepat, jujur, adil, dan cerdas.
  • Cokelat melambangkan sifat alami,adalah warna tanah sebagai simbol dari sifat positif dan stabil.
  • Merah melambangkan keberanian,mengandung arti penuh energi, hidup, cerah, gairah, dan kuat.
  • Putih melambangkan kesucian,mengandung arti kebersihan, perlindungan, kenyamanan, dan ketentraman.

 

Tulisan : Cerdas, Modern dan Religius

Kota Tangsel memiliki motto “Cerdas, Modern dan Religious”, sifat-sifat mulia yang menjadi tantangan dan harapan semua pihak. Berharap memiliki masa depan yang benderang mutlakmembutuhkan rancang bangun yang baik meliputi, tahapan-tahapan terukur,setidaknya mengacu kepada konsep kehidupan yang ingin diwujudkan:cerdas-modern-religius.

Masa depan benderang  dalam konteks “Cerdas” menyangkut dunia pendidikan dengan segala aspek keterkaitannya : infrastruktur fisik (bangunan sekolah, laboratorium, perpustakaan, dan semacamnya), perangkat lunaknya, rancang muatan kurikulumnya, system dan prosedur administrasi, serta kesejahteraan pegawai dan tenaga pendidiknya, termasuk standar mutu peserta didiknya.

Masa depan benderang dalam konteks “Modern” menyangkut banyak faktor kehidupan yang satu sama lain saling terkait, tak dapat dipungkiri bahwa pendidikan formal terstruktur dominan membentuk perilaku manusia.Seseorang atau suatu kelompok masyarakat dapat dikatakan modern, umumnya manakala kelompok masyarakat bersangkutan memiliki tatakrama kehidupan “saling menghormati,beretika, dan berbudaya”, jarang terjebak dalam konflik terbuka dan berkepanjangan.
?
Masa depan benderang dalam konteks “Religius” merupakan puncak kesempurnaan kehidupan, hampir dapat dipastikan manakala sekelompok orang atau mayoritas masyarakat sebuah wilayah sudah sampai pada fase kehidupan cerdas dan modern, maka sesungguhnya masyarakat tersebut dapat juga dikatakan sudah masuk pada fase religius.
 
SEJARAH TERBENTUKNYA KOTA TANGSEL

Kota Tangerang Selatan merupakan daerah otonom yang terbentuk pada akhir tahun 2008 berdasarkan Undang-undang Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten tertanggal 26 November 2008. Pembentukan daerah otonom baru tersebut, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Tangerang, dilakukan dengan tujuan meningkatkan pelayanan dalam bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan serta dapat memberikan kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah. Dengan 36 kecamatan luas wilayah + 1.159,05 km2 dan jumlah penduduk lebih dari tiga juta orang, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Tangerang dirasakan belum sepenuhnya terjangkau. Kondisi demikian perlu diatasi dengan memperpendek rentang kendali pemerintahan melalui pembentukan daerah otonom baru, yaitu Kota Tangerang Selatan, sehingga pelayanan publik dapat ditingkatkan guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Kota Tangerang Selatan terletak di bagian timur Provinsi Banten yaitu pada titik koordinat 106°38’ – 106°47’ Bujur Timur dan 06°13’30” – 06°22’30” LintangSelatan dan secara administratif terdiri dari 7 kecamatan, 49 kelurahan dan 5 desa dengan luas wilayah 147,19 Km2 atau 14.719 Ha.  Batas wilayah Kota Tangerang Selatan adalah sebagai berikut:
 

  • Sebelah utara berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Kota Tangerang
  • Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Kota Depok
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor & Kota Depok
  • Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tangerang

Visi Kota Tangerang Selatan adalah : “Terwujudnya Kota Tangerang Selatan yang Mandiri, Damai dan Asri”  sedangkan Misi Kota Tangerang Selatan adalah :

1)    Meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat
2)    Meningkatkan keharmonisan fungsi ruang kota yang berwawasan lingkungan
3)    Menata sistem sarana dan prasarana dasar perkotaan
4)    Meningkatkan pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan masyarakat
5)    Meningkatkan fungsi dan peran kota sebagai sentra perdagangan dan jasa
6)    Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih
 
KEADAAN PENDUDUK

Jumlah penduduk merupakan aset bagi suatu daerah yang mempunyai peran cukup besar dalam menentukan percepatan  pembangunan daerah apabila didukung dengan kualitas yang baik. penduduk mempunyai dua peranan dalam bidang ekonomi yaitu sebagai produsen dan konsumen. Perkembangan penduduk suatu daerah ditentukan oleh tingkat kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 oleh BPS Kota Tangerang Selatan jumlah penduduk Kota Tangerang Selatan adalah 1.290.322 jiwa, kepadatan penduduk di wilayah ini mencapai 8.856 orang/Km2 pada tahun 2010. Penduduk berjenis kelamin laki-laki sebesar 652.281 jiwa sedangkan perempuan 638.041 jiwa. Rasio jenis kelamin adalah sebesar 102,23, yang menunjukkan bahwa jumlah laki-laki sedikit lebih banyak dibandingkan jumlah perempuan.
 
SOSIAL BUDAYA

Indikator makro pembangunan di antaranya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menjadi ukuran pembangunan dalam pemenuhan tiga unsur, yaitu peluang berumur panjang dan sehat, pengetahuan dan ketrampilan yang memadai dan peluang untuk merealisasikan pengetahuan yang dimiliki dalam kegiatan produktif.  IPM Kota Tangerang Selatan tahun 2010, berdasarkan perhitungan sementara BPS Kota Tangerang Selatan, adalah sebesar 75,38 meningkat dari angka perbaikan tahun 2009 yang sebesar 75,01. Angka tersebut termasuk ke dalam kategori “menengah atas” dan termasuk dalam kategori tinggi di Provinsi Banten.  Pendidikan merupakan salah satu sektor yang penting dalam hal peningkatan kualitas manusia. Indikator pendidikan yaitu angka melek huruf (AMH) dan rata-rata lama sekolah (RLS) digunakan sebagai variabel dalam menghitung Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selain indikator kesehatan dan indikator ekonomi. AMH Kota Tangerang Selatan tahun 2010 berdasarkan perhitungan sementara BPS adalah sebesar 98,15% (meningkat 0,01% dari angka perbaikan tahun 2009 yang sebesar 98,14%) sedangkan RLS tahun 2010 sebesar 10,15 tahun (meningkat dari angka perbaikan tahun 2009 yaitu sebesar 9,95 tahun). Komposisi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2010 menunjukkan bahwa penduduk dengan tingkat pendidikan SLTA berjumlah paling besar yaitu 32,35%. Penduduk dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi juga cukup tinggi, yaitu 15%.

Dalam rangka menekan pertambahan jumlah penduduk, pemerintah mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) bagi para Pasangan Usia Subur (PUS). Jumlah peserta KB baru tahun 2010 adalah 31.956 orang dari 24.743 orang total perkiraan permintaan masyarakat (PPM) atau melebihi target sebesar 21,40%. Petugas Keluarga Berencana berjumlah petugas KB sebanyak 766 orang yang terdiri dari 246 orang dokter dan 520 orang bidan.

Masyarakat Kota Tangerang Selatan berasal dari berbagai macam suku dan budaya, penduduk aslinya adalah masyarakat betawi, sunda dan selebihnya adalah masyarakat urban yang berdatangan dari berbagai daerah.
 
POTENSI PARIWISATA

Kota Tangerang Selatan dikenal dengan kota modern yang kaya akan wisata kulinernya di kawasan BSD. Hal ini menandakan bahwa Kota Tangerang Selatan memiliki peluang investasi yang bagus bagi para investor dan dapat meningkatkan perekonomian di Kota Tangerang Selatan dan di Banten pada umumnya.

Selain terdapat potensi wisata kuliner di kawasan BSD-Serpong, juga terdapat wisata alam seperti Situ Gintung di Ciputat, Situ Pamulang, Kandang Jurang di Jurangmangu, Taman Kota di Serpong, Waterpark dan lain-lain. Kota Tangerang Selatan sebagai kota yang berdampingan langsung dengan wilayah selatan Jakarta juga mendapatkan akses untuk menuju tempat wisata yang ada di Jakarta, hal ini akan mempengaruhi tingkat keramaian masyarakat yang melintasi Kota Tangerang Selatan yang hendak berwisata.
(diolah dari berbagai sumber)
 
 
(sumber: Humas Pemkot Tangsel)
Website: www.tangerangselatankota.go.id

 

 


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan