Profil Kabupaten Pandeglang


PROFIL KABUPATEN PANDEGLANG
 


Lambang daerah berbentuk perisai segi lima dengan pinggiran berwarna emas yang dilengkapi dengan :

  1. BINTANG : Bintang bersudut lima berwarna kuning emas terletak di atas warna putih melambangkan keagungan Tuhan Yang Maha Esa, yang memancarkan warna kuning emas membentuk persegi lain.
  2. PERISAI : Perisai segi lima dimaksudkan sebagai lambang ketahanan Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang sepanjang masa dalam Negara Pancasila.
  3. KERUCUT : Tiga buah kerucut yang tidak sama besar dan tingginya menggambarkan tiga buah gunung dan melambangkan bahwa daerah Pandeglang itu bergunung-gunung.
  4. BADAK : Badak bercula satu menghadap ke kiri adalah salah satu binatang peninggalan jaman purba yang masih hidup hingga sekarang, terdapat hanya di Daerah Kabupaten Pandeglang (Ujung Kulon) dengan sifat antara lain:
    1. Tahan uji;
    2. Waspada dan tabah;
    3. Menjadi kebanggaan masyarakat.

PADI : Setangkai padi dengan tiga puluh tujuh butirnya melambangkan sejumlah desa-desa di Daerah Kabupaten Pandeglang sebanyak seratus tiga puluh tujuh desa.

KAPAS : Setangkai kapas dengan enam kuntum bunganya yang mekar melambangkan sejumlah Kecamatan-kecamatan yang ada di Daerah Kabupaten Pandeglang sebanyak enam belas kecamatan.

MELATI : Sekuntum bunga Melati berdaun bunga empat helai berwarna putih, melambangkan jumlah Kewedanaan di Daerah Kabupaten Pandeglang sebanyak empat Kewedanaan.

GARIS BEROMBAK : Dua garis berombak yang tidak sama panjangnya, masing-masing melambangkan Laut yang mengelilingi sebagian besar Daerah Kabupaten Pandeglang dan sungai-sungai yang terdapat di dalamnya.

ARTI WARNA LAMBANG

  1. KUNING EMAS melambangkan KEAGUNGAN DAN KEWIBAWAAN
  2. PUTIH melambangkan KESUCIAN
  3. BIRU MUDA melambangkan KESETIAAN
  4. HIJAU TUA melambangkan KESUBURAN
  5. ABU-ABU KEHITAM-HITAMAN melambangkan KETABAHAN

 

SEJARAH TERBENTUKNYA KABUPATEN PANDEGLANG

Berdasarkan Staatsblad 1874 NO. 73 Ordonansi tanggal 1 Maret 1874 mulai berlaku 1 April 1874 menyebutkan pembagian daerah, diantaranya Kabupaten Pandeglang dibagi 9 distrik atau kewedanaan. Pembagian ini menjadi Kewedanaan Pandeglang, Baros, Ciomas, Kolelet, Cimanuk, Caringin, Panimbang, Menes dan Cibaliung.

Menurut data tersebut di atas, Pandeglang sejak tanggal 1 April 1874 telah ada pemerintahan. Lebih jelas lagi dalam ordonansi 1877 Nomor 224 tentang batas-batas keresidenan Banten, termasuk batas-batas Kabupaten Pandeglang dalam tahun 1925 dengan keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 14 Agustus 1925 nomor XI. Maka jelas Kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri tidak di bawah penguaasaan Keresidenan Banten.

Kabupaten Pandeglang terletak di bagian Selatan Provinsi Banten. Secara geografis, Kabupaten Pandeglang terletak pada 6o 21′-7o 10′ LS dan 104o 48′-106 o 11′ BT. Wilayah yang memiliki luas 2.747 km2 atau sebesar 29,98% dari luas Provinsi Banten ini berbatasan dengan Kabupaten Lebak di sebelah timur, Selat Sunda di sebelah barat, Samudera Indonesia di sebelah selatan dan Kabupaten Serang di sebelah utara. Secara administratif, Kabupaten Pandeglang tebentuk pada tanggal 1 April 1874 (Sumber: Humas Pandeglang). Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Pandeglang yang terletak di bagian utara wilayah kabupaten.

 

KEADAAN PENDUDUK

Kabupaten Pandeglang memiliki 35 Kecamatan, 13 Kelurahan dan 322 Desa. Berdasarkan sensus penduduk pada tahun 2010, Kabupaten Pandeglang memiliki penduduk sejumlah 1.149.610 jiwa (BPS Provinsi Banten).

Mata pencaharian yang menjadi sektor utama masyarakat Pandeglang terletak pada bidang pertanian, hal ini disebabkan oleh letak geografis wilayah Pandeglang yang memiliki potensi yang baik untuk bidang agraris. Sektor lain yang diminati adalah sektor perdagangan

 

SOSIAL-BUDAYA

Masyarakat Pandeglang, sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam. Agama Islam tumbuh pesat di wilayah Pandeglang, sehingga wilayah Kabupaten Pandeglang terkenal dengan sebutan “Kota Santri”. Keberadaan pondok pesantren di wilayah Kabupaten Pandeglang terbilang sangat banyak. Selain itu, Pembangunan generasi muda di Kabupaten Pandeglang telah menunjukkan indikasi keberhasilan yang tercermin dan semakin berkembangnya dinamika dan kreativitas generasi muda. Baik dalam jalur pendidikan formal maupun non-formal. Sehingga dapat mewujudkan sikap dan perilaku keteladanan, kepeloporan, rasa tanggung jawab serta menunjang persatuan dan kesatuan bangsa. Generasi muda di Kabupaten Pandeglang sendiri melalui wadah organisasi pemuda seperti Karang Taruna dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) merupakan potensi tersendiri bagi Kabupaten Pandeglang dalam meningkatkan perannya.

 

POTENSI PARIWISATA

Kabupaten Pandeglang memiliki potensi pariwisata yang sangat bagus, selain dari pariwisata pantai juga terdapat potensi pariwisata religi seperti Batu Qur’an, ziarah makam Syekh Mansyur di Cikaduen. Oleh karena itu, potensi di wilayah tersebut di tunjang dengan tersedianya jalan negara sepanjang 155,20 km, jalan provinsi 46,65 km dan jalan kabupaten sepanjang 544,90 km (http://regionalinvestment.com).

Selain potensi pariwisata religi, kabupaten ini juga memiliki potensi pariwisata seperti sumber mata air panas Cisolong, situ Cikedal, Pantai Carita, Kolam Renang Alam Cikoromoy, wisata Pantai Bama, wisata Tanjung Lesung dan masih banyak lagi yang lainnya. Kabupaten ini juga menjadi pintu masuk menuju Taman Nasional Ujung Kulon yaitu melalui Kecamatan Panimbang yang merupakan batas timur dari taman nasional.

 

Sumber : Humas Kabupaten Pandeglang

Website Kabupaten Pandeglang: www.pandeglangkab.go.id


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan


Form Kritik dan Saran


Indeks Kritik dan Saran